Berbagi tentang perihal bisnis. ditunggu masukan dari pembaca.. IG: Saniyatun Sani Fb: Saniyatun Sani

Showing posts with label Essai. Show all posts
Showing posts with label Essai. Show all posts

Saturday, June 1, 2019

IDEOLOGI FEMINIS

ketika membicarakan tentang perempuan tidak akan pernah habis pembahasan, baik secara fisik, sosial atau SARA. dahulu masyarakat lebih sering menggunakan kata wanita bukan perempuan, dengan alasan wanita mempunyai arti Wani Ditoto lebih jelas perempuan itu harus mau ditata atau dipimpin oleh laki-laki dalam semua hal, sedangkan perempuan sendiri mempunyai penerjemahaan yang beda dengan wanita. perempuan tidak harus mengikuti apa yang di perintahkan seorang laki-laki, karena perempuan juga mempunyai kebebasan dalam hal memilih dan dipilih. 
nama perempuan sendiri hadir dari kalangan feminis, kalangan feminis ini berasumsi dari pemikiran filsuf John Lock yakni bahwa manusia pada dasarnya lahir dengan membawa berbagai hak asasi masing-masing; untuk hidup mendapatkan kebebasan, dan mencari kebahagian. hingga akhirnya terjadilah revolusi sekitar abad-18.
penulis juga teringat ketika membaca buku GERWANI (Gerakan Wanita Indonesia) merekalah perempuan Indonesia yang sadar akan hak-hak perempuan, yakni memperjuangkan baik dari segi politik, perlindungan akan kekerasan pada perempuan, perlindungan anak dan lain-lain. tapi sangat disayang isu politik ketika orde baru membuat Gerwani kehilangan jati dirinya, meskipun tidak semua yang terlibat dalam orde baru tersebut.salah satu pelopor gerakan inindari Inggris yakni Mary Wollstonecraft yang menulis A vindication of the Rights of Women pada tahun 1792.  perempuan yang pertama kali mengkritik dikotomi publik dan privat.  


Saturday, February 3, 2018

UNTUK Apa?

Untuk apa aku emosi, karena tak ada hakku.
Untuk apa aku berjanji, toh janjipun bisa terlupai.
Untuk apa aku cemburu, karena kau tak memikirkan perasaanku.
Untuk apa aku menangis, toh isakku tak membuat hatimu luluh.
Untuk apa aku menunggu, karena sampai kapanpun kau takkan datang kepadaku.
Untuk apa aku berharap,  toh harapku tak pernah terbalas.
Untuk apa aku begini.. Kamu sebabku begini.

Wednesday, January 31, 2018

JABATAN PENDOSA

Maafkan aku Tuhan..
ketika aku bertemu sosoknya, dia adalah sosok yang selalu kuharapkan menjadi imamku..
jauh sekali anganku..ah tak apalah. manusia berhak berangan-angan.
tapi pantaskah diriku Tuhan..
aku hanya seorang perempuan kotor Tuhan..
hatinya sangat lembut, sikap penyayangnya dan cara menjaga seorang perempuan tersebut yang membuat hatiku luluh..
setiap waktu atas perjumpaanku dengan dia, tak lupa slalu ku berjabat tangan dan meletakkan ke keningku..
salahkah..tidak bagiku.
itu sebagai tanda harapanku..
dan jikalau ternyata harapanku tak terbalas, bahwa dia bukanlah imamku Tuhan..
setidaknya diriku pernah merasakan nikmatnya sebagai makmumnya..
Tuhan,, apakah perempuan berdosa ini dapat memiliki lelaki yang ku dambakan..
aku ingin setiap hari slalu ada jabatan itu Tuhan..
dari jabatan yang penuh dosa menjelma jabatan tanpa dosa..



#27-01-2018
#Sorowajanbaru, Banguntapan,Bantul,Yogyakarta.




































































Monday, January 29, 2018

PERCAKAPANKU

Dipenghujung malam terjadilah sebuah percakapan antara budi dan ani

ani: apa kabarmu? aku rindu?

budi: baik. hanya kiasan belaka

ani: aku benar cinta kepadamu, bukankah kamu juga begitu?

budi: seharusnya cinta tak membuatmu semakin bodoh

ani: salahkah?

budi: sesalah air sungai yang digiring arus menuju muara laut

ani: lalu?

budi: lalu kepada hasrat aku memuja

ani: dan aku tak menyangka kamu bisa puitis begini, secara kamu seorang yang di takuti publik.

budi: puisi ku bagaikan daun yang tertiup angin kala hijau menebarkan janjinya, dan bagaikan daun gugur kala kuning menjemput ajalku yang terbungkus seonggok materi.

ani: dalam banget sih. buatkan aku puisi terkhusus untukku biar terkenang, karena aku tak dapat memilikimu.

budi: belum cukup genap usiamu kukenal, sehingga belum jernih jiwamu kusapa. Puisi ku hanya menyapa jiwa, pada cinta dan kerinduan menggantungkan kata-kata. sebaiknya genapkan usiamu agar bait yang kususun dapatlah sempurna bagaikan gurindam 12, yang berlarik empat ditiga waktu.

sekian.....

#24-01-2019. 01:25 WIB
#Pandeyan,Umbulharjo,Yogyakarta.

Thursday, May 18, 2017

Peran dan Kontribusi Perempuan dalam Membangun Bangsa

Sebagai sosok perempuan yang akan menjadi calon ibu haruslah mempunyai pendidikan yang tinggi, dikarenakan seorang anak yang baru lahir pertama kali akan didik oleh ibunya. Dari drinya akan hadir anak-anak yang cerdas, berakhlak dan beretika. Flash back sosok kartini yang sudah berjuang untuk perempuan saat ini bisa mengikuti jenjang pendidikan hingga tinggi,.
Mengingat kentalnya cengkraman budaya patriarki, menghasilkan sebuah catatan khusus bagi perempuan supaya mampu mengatasi ketidakadilan yang menimpa dirinya bukan hanya diam dan menikmati ketertindasan. Sebagaimana yang pernah dijelaskan tatkala penulis mengikuti sekolah gender bahwa perempuan mempunyai hak-hak dalam berpolitik, memilih pekerjaan dan kewajiban belajar.
Pandangan-pandangan bahwa perempuan itu hanya dalam wilayah domestic masih sangat dominan terjadi, padahal jika kita kembali ke sejarah Ibu kita kartini berkiprah dalam dunia pendidikan lalu cut nyak dien dalam dunia politik dan masing banyak lagi tokoh-tokoh yang bisa menjadi teladan bagi kita semua. Selanjunya, melihat perkembangan modernisasi sekarang  para pejabat menteri pada masa saat ini juga banyak diduduki oleh perempuan bahkan ada satu presiden perempaun yakni Ibu Megawati dan msih banyak lagi perempuan-perempuan hebat yang sudah berkontribusi dalam membangun bangsa. Itu hanya sebagian sekelumit realita social yang terjadi di Indonesia.
Diskursus Pembangunan
Dalam dua dasawarsa terakhir kita menyaksikan fenomena luar biasa, bagaimana sebuah gagasan mendominasi dan mempengaruhi pemikiran secara global, khususnya di Dunia Ketiga. Gagasan itu disebut development yang nyaris menjadi agama baru. Di Indonesia kata development diterjemahkan dengan kata pembangunan. Kata pembangunan-pun menjadi semboyan juga diabadikan sebagai nama pemerintahan Orde Baru. Istilah pembanguan dipakai dalam bermacam-macam konteks, dan seringkali dipergunakan dalam konotasi politik dan ideology tertentu.[1]
Women in Development (WID) yang dicitakan sebagai jawaban atas kritik terhadap pembangunan (developmentalisme) juga dianggap telah gagal menjalankan tugasnya, karena program ini hanya mampu menjawab persoalan dan kebutuhan praktis jangka pendek kaum perempuan. Tanpa analisis gender, diskursus pembangunan telah gagal menjawab kebutuhan strategis kaum perempuan, yakni proses jangka panjang untuk mentransformasikan baik keyakinan dan ideology ketidak-adilan gender maupun struktur kekuasaan yang tidak adil yang dibangun berlandaskan keyakinan dan ideology gender. [2]
Selajutnya kita harus merenungkan kembali dan menemukan alternatife yang memungkinkan terjadinya transformasi social. Dengan demikian, alternatife dari proses transformasi social adalah dengan demokratisasi. Karena demokratisasi merupakan cara dan proses yang memberi peluang dan wewenang yang memungkinkan masyarakat menentukkan dan mengelola hidupnya sendiri. Pada akhirnya, demokratisasi akan tejadi jika masyarakat sendiri ynag menginginkan, memperjuangkan dan memenangkannya. [3]
Peranan Perempuan dalam Membangun Bangsa
Berdasarkan data statistic penduduk jumlah perempuan di Indonesia sebanyak 50,3% dari total penduduk. Berarti jumlah perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Dengan jumlah perempuan yang lebih besar maka potensi perempuan seharusnya lebih diberdayakan sebagai subyek atau obyek pembangunan bangsa. Peranan strategis yang dapat perempuan lakukan untuk mensukseskan pembangunan bangsa, dapat dilakukan  melalui:[4]
1.      Peranan perempuan dalam keluarga
Dalam kata mutiara yang sangat popular diungkapakan, wanita adalah tiang suatu negara, apabila wanitanya baik maka negara akan baik, dan apabila wanita rusak maka negara pun akan rusak. Jadi, perempuan merupakan sebuah tonggak utama, berawal dari sebuah keluarga. Peningkatan kualitas SDM dimulai dari peran perempuan  dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa.
2.      Peranan perempuan dalam Pendidikan
Budaya patriarkhi masih berlanjut bahwa perempuan itu hanya di tempatkan dalam wilayah domestic yakni macak, masak dan manak . padahal sudah dijelaskan  dalam kata-kata yang sangat terkanal Tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina. bahwasanya, disitu tidak ada pembatasan pendidikan untuk perempuan bahwa yang diperbolehkan hanya laki-laki saja. Akan tetapi, perempuanpun dianjurkan untuk menuntut ilmu sebanyak-banyaknya.
3.      Peranan perempuan dalam bidang ekonomi dan produksi
Pertumbuhan ekonomi akan memacu pertumbuhan industry dan peningkatan pemenuhan dan kualitas hidup. Apalagi dengan adanya MEA, berarti perempuan juga sangat berperan penting disektor ini untuk membantu peningkatan ekonomi bangsa.
4.      Peranan perempuan dalam politik
Surah Al-Nisa’ ayat 34, lelaki-lelaki adalah pemimpin perempuan-perempuan, sebagai bukti tidak bolehnya perempuan terlibat dalam persoalan politik. Ayat Al-Nisa’ tersebut berbicara tentang kepemimpinan lelaki (dalam hal ini suami) terhadap seluruh keluarganya dalam kehidupan rumah tangga bukan dalam sector public. Kembali ke sejarah soal politik praktis Aisyah r.a. misalnya, pernah memimpin langsung peperangan melawan ‘Ali bin Abi Thalib yang ketika itu menduduki jabatan kepala negara, yang terkanal dengan Perang Jamal (656 ). [5]
Perempuan memilki peranan yang sangat penting dalam pembangunan masyarakat. Akan tetapi masih ada yang belum sadar akan itu, memandang bahwa ranah kerja perempuan hanya sebatas dalam kehidupan rumah tangga saja. Dan kerap kali perempuan masih menjadi sebuah perdebatan dalam ranah kepemimpinan, karena mengganggap perempuuan itu lemah lembut tidak tegas dan lain-lain. Sejatinya, perbedaan gender tidak menjadi persoalan selama tidak memunculkan ketidakadilan gender (gender inequalities) seperti marginalisasi dalam sektor ekonomi, subordinasi dalam ranah politik, stereotipe atau pelabelan, violence, dan beban kerja (double burden). [6]
Kaum perempuan sudah saatnya memanfaatkan ruang-ruang yang sekarang ini sudah sangat terbuka lebar. Dengan beberapa kebijakan yang mulai dibuka lebar memperlihatkan suatu kesadaran tentang kesetaraan dan keadilan gender, tentu perlu diperlus dan pada gilirannya arah dan seluruh gerak negara. Berorientasi pada usaha membangun tata kehidupan yang setara dan berkeadilan. Hal ini sangat mungkin kita wujudkan, selama kita setia dengan ideology negara yakni pancasila. Memberikan keadilan demi persatuan Indonesia.




[1] Dr. Mansour Fakih, Analisi Gender dan Transformasi Sosial, (Yogyakarta: Pustaka pelajar, 2013)    Hal. 25-27
[2] Ibid Hal. 26
[3] Ibid Hal. 66
[4]Disarikan dari  http://kimngegong13.blogspot.co.id/2012/04/peranan-perempuan-dalam-pembangunan.html
[5] Modul PKD PMII Rayon Wisma TRadisi Fak Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijaga 2015
[6] Ibid Hal. 12-21

Wikipedia

Search results